Long Exposure / Slow Speed Photography, Seni Merekam Gerakan

Long Exposure / Slow Speed Photography Seni Merekam Gerakan. Salam jumpa lagi teman – teman di tukangpotogadungan.com. Kali ini saya akan membahas salah satu teknik fotografi yang sangat populer di berbagai kalangan pecinta foto. Teknik ini adalah teknik long exposure / slow speed photography. Apa menariknya teknik fotografi ini? Berikut artikel long exposure / slow speed photography, seni merekam gerakan.

Pengertian long exposure / slow speed photography

Sesuai dengan namanya, long exposure photography merupakan salah satu teknik dalam dunia fotografi dimana sensor / film disetting agar terexpose lebih lama. Bagaimana caranya? Seperti kita ketahui, di depan sensor / film terdapat sebuah perangkat bernama shutter yang berfungsi untuk menghalangi cahaya dari lensa agar tidak mengenai sensor / film.
Shutter ini dapat membuka dan menutup untuk mengatur kapan sensor / film terexpose sehingga dapat menghasilkan gambar. Nah, untuk membuat sensor agar dapat ter-expose lebih lama, kita harus menyetting shutter speed agar waktu membuka dan menutupnya lebih lama / lebih pelan. Oleh karena itu, teknik long exposure ini juga disebut sebagai slow speed photography yang merujuk pada shutter speed yang diatur lambat.
Apa akibat dari long exposure ini? Seperti yang sudah saya tulis pada artikel segitiga exposure, shutter speed yang cepat akan dapat menangkap gambar dari obyek bergerak secara “freeze” contohnya pada saat kita memotret model yang sedang melompat di udara dan kita foto dengan settingan kamera menggunakan shutter speed cepat, maka dengan timing yang pas kita dapat mengambil gambar pada saat model melayang seolah olah model sedang terbang.
Sebaliknya jika kita menggunakan shutter speed lambat, kita dapat merekam lintasan gerak model namun, wajah / bentuk model akan terlihat seperti bayangan saja. Jika kita ibaratkan sensor adalah kertas gambar dan cahaya dari lensa adalah garis yang kita buat dengan pulpen, maka pada shutter speed cepat pada saat pulpen baru menyentuh kertas dan membuat satu titik, kertas langsung ditutup dan diganti
dengan yang baru, sehingga yang nampak pada kertas tersebut hanya sebuah titik. Sedangkan pada slow speed photography, pada saat pulpen menyentuh kertas dan membuat garis, kertas akan didiamkan beberapa saat baru kemudian ditutup dan diganti, sehingga pada kertas tersebut yang nampak adalah garis dari pulpen.
slow speed photography
Pada long exposure, gambar kendaraan yang bergerak akan terlihat seperti garis cahaya

Teknik dan penggunaan long exposure / slow speed photography

Seperti yang sudah saya tulis di atas, prinsip dasar long exposure adalah meng-expose sensor / film lebih lama. Cara yang dilakukan adalah dengan mengatur shutter speed ke lebih lambat. Shutter speed biasanya dapat diatur mulai dari 1/xxxxx detik hingga xx detik. Ada 1 lagi pengaturan buka – tutup shutter ini yaitu bulb. Pada mode bulb ini, shutter akan terus membuka selama kita menekan tombol shutter (tombol jepret) dan selama itu pulalah sensor / film akan terexpose. Pengaturan lamanya shutter membuka dan menutup ini bergantung pada seberapa cepat obyek bergerak dan keinginan kita, apakah ingin membuat gambar yang halus atau masih terlihat bayangan bentuk obyek foto kita. Prinsipnya semakin lama shutter membuka, maka semakin halus gerakannya.
long exposure
gerakan air pada air terjun menjadi seperti kapas (sumber wikipedia)
Penggunaan teknik ini dapat diterapkan pada berbagai jenis obyek foto. Mulai dari landscape hingga portrait. Pada fotografi landscape, banyak fotografer yang menggunakan teknik ini untuk membuat efek gerakan air yang seperti kapas, atau banyak juga yang memanfaatkan teknik ini untuk memotret gerakan kendaraan pada malam hari. Jika teman – teman ingin memotret kilatan petir, maka teknik inilah yang digunakan untuk membuat gambar petir agar terlihat seperti akar, bahkan untuk memotret petir, biasanya digunakan mode bulb agar kita lebih bebas mengatur exposur pada sensor.

Peralatan yang digunakan dan tips long exposure photography

Teknik slow speed ini sebenarnya tidak membutuhkan peralatan yang khusus, seperti halnya fotografi makro. Pada teknik ini kita hanya bermain – main dengan settingan kamera saja. Kita hanya mengotak – atik segitiga exposure saja. Akan tetapi, dalam beberapa hal / situasi tertentu dibutuhkan alat bantu. Alat ini juga bersifat umum, bukan ditujukan pada slow speed saja. Berikut ini beberapa alat bantu yang sering digunakan pada teknik slow speed / long exposure photography.

1. Tripod

Tripod merupakan perangkat pembantu yang sering dibutuhkan oleh para fotografer. Terlebih pada fotografi dengan teknik long exposure. Mengapa? Seperti kita ketahui, pada shutter speed lambat, goncangan sedikit pada kamera dapat merusak komposisi foto kita, oleh karena itu digunakan tripod untuk meminimalkan goncangan pada kamera.
belajar fotografi
tripod berguna untuk mengurangi gerakan pada kamera saat memotret

2.  Shutter release

Shutter release merupakan perangkat tambahan yang berfungsi untuk memperpanjang tombol shutter kita. Jadi dengan shutter release, kita tidak perlu memencet tombol shutter pada body kamera, tapi tombol pada shutter release ini (yah mirip dengan tombol narsis (tomsis) pada smartphone, hehehe). Mengapa perlu shutter release? Jika kita menekan tombol jepret pada body, maka pasti akan terjati getaran yang berpotensi merusak gambar, oleh karena itum denggan menggunakan shutter release ini kita dapat meninimalisasi hal tersebut.
tips fotografi
shutter release memungkinkan teman – teman memotret tanpa menyentuh kamera

3. ND filter

ND filter atau Neutral Desity Filter merupakan filter pada kamera yang berfungsi untuk mengurangi cahaya yang masuk ke lensa, sehingga gambar akan menjadi lebih gelap. Sistem kerjanya seperti pada film pada kaca mobil atau lensa gelap pada kacamata outdoor. Pada long exposure, ND filter ini biasa digunakan pada pemotretan outdoor, karena biasanya pada pemotretan outdoor setting tergelap pada ISO dan diafragma (ISO terrendah, bukaan tersempit) masih menghasilkan gambar yang over exposure akibat dari penggunaan shutter speed yang rendah. Oleh karena itu, digunakanlah filter ini untuk mengatasi hal tersebut.
filter kamera
ND filter berfungsi mengurangi cahaya yang diterima lensa

baca juga : Artikel Fotografi : Mengenal Fotografi Landscape

Alternatif Peralatan Pendukung Slow Speed Photography

Jika teman – teman tidak punya atau tidak membawa 3 alat bantu di atas, tenang berikut ini alternatif dari 3 alat tersebut. Ya walaupun mungkin untuk hasilnya atau kemudahan penggunaannya akan mengalami sedikit perbedaan dengan alat aslinya. Ya setidaknya kita masih dapat melakukan pemotretan.
  • Untuk menggantikan tripod, teman – teman dapat menggunakan tumpuan yang ada disekitar lokasi untuk menopang kamera kita, misalnya meja, batu, dsb. Yang perlu diperkatikan adalah, pastikan benda yang kita gunakan tersebut kuat, tidak licin, dan tidak berpotensi merusak peralatan kita.
  • Jika kita tidak memiliki atau tidak membawa shutter release, kita dapat mengatasinya dengan menggunakan self timer pada kamera kita. Jadi pada saat kita menekan tombol shutter, kamera belum dalam keadaan merekam, jadi getaran tersebut tidak akan berdampak pada gambar.
  • Aktifkan fitur mirror lock up. Cara ini hanya berlaku bagi kamera SLR / DSLR karena yang memiliki mirror hanya jenis kamera ini, hehehe. Mirror pada kamera juga bergerak seperti shutter dan gerakaanya juga mengikuti shutter. Gerakan pada mirror ini cukup terasa jika menggunakan teknik long exposure, dengan mengaktifkan mirror lock up ini kita harus menekan shutter sebanyak 2 x, yang pertama untuk memposisikan mirror pada posisi terbuka, yang kedua untuk membuka shutter (mengambil gambar), sehingga pada saat mengambil gambar mirror sudah tidak bergerak dantidak menggoyangkan kamera.
  • Untuk ND filter, kita dapat menggatinya (sebagai alternatif jika kepepet, hehehe) dengan lensa kacamata kita. Trik ini hanya berlaku untuk lensa berukuran kecil, karena lebar kacamata yang terbatas. Alternatif lainnya adalah dengan menggunakan kaca dari topeng tukang las.

Saya rasa cukup sekian artikel  long exposure / slow speed photography, seni merekam gerakan. Semoga bermanfaat
bagi teman – teman sekalian. Jika ada kesalahan saya mohon maaf, terima kasih dan salam jepret.

Submit Your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *