5 Tips membeli kamera DSLR bagi pemula

Bagi pemula, memilih kamera untuk pertama kali merupakan hal yang cukup membingungkan. Hal ini biasanya terjadi pada saat membeli kamera pertamanya. Pemula biasanya mudah tergiur oleh promo – promo yang diberikan oleh sales kamera sehingga bingung memilih kamera yang mana yang akan dibelinya. Nah bagi temen – temen yang mengalami hal tersebut, kali ini saya akan share beberapa tips membeli kamera DSLR bagi pemula (sebenernya berlaku juga untuk kamera jenis lain).
Pada dasarnya, kamera dslr untuk pemula atau untuk pro itu tidak ada. Baik pemula maupun profesional bebas menentukan kamera mana yang akan digunakan sesuai dengan kemampuan dan keinginan. Banyak juga fotografer profesional (baca : fotografi dijadikan profesi) yang menggunakan kamera yang oleh produsennya diklasifikasikan sebagai kelas entry level, tidak jarang pula fotografer pemula yang menggunakan kamera kelas profesional untuk belajarnya. Tidak ada yang salah dengan 2 hal tersebut, kembali lagi kepada kemampuan dan keinginan masing – masing. Namun pada umumnya, memang disarankan menggunakan kamera yang memiliki fungsi dasar kamera DSLR yaitu fungsi pengaturan manual. Bahkan, teman saya menganjurkan menggunakan kamera dslr film / DSLR analog. Tujuannya adalah kita mengetahui tentang cara kerja kamera, segitiga exposure, metering, serta dasar kamera lainnya seperti komposisi, angle, dsb. Jika menggunakan kamera film kita harus dapat menghargai setiap frame sehingga foto yang dihasilkan setidaknya bagus dari segi teknis.
tips membeli kamera dslr bagi pemula
tidak ada aturan mengenai kamera apa yang harus digunakan oleh pemula ataupun profesional
Oke langsung saja ndak usah bertele – tele, berikut ini beberapa tips membeli kamera DSLR bagi pemula. Oh iya seperti biasa, artikel ini berdasarkan pengalaman dan pemikiran saya, jadi begi teman – teman yang kurang setuju atau ada tambahan, masukan, bisa berkomentar di kolom komentar di bawah. Langsung saja, berikut ini beberapa tips membeli kamera DSLR bagi pemula.

1.  Tentukan budget

Masalah budget merupakan tips membeli kamera DSLR bagi pemula menjadi hal yang pertama harus dipikirkan. Seperti saat membeli barang lain, pertama kali temen – temen harus menentukan berapa budget yang temen – temen alokasikan untuk membeli kamera. Mengapa hal ini penting? Karena harga kamera itu sangat bervariasi mulai jutaan hingga ratusan juta serta pada kelas entry level hingga kelas menengah harga kamera tidak selisih tidak terlalu jauh, oleh karena itu kita harus menentukan budget supaya tidak bingung memilih dan over budget (untuk yang berbudget terbatas). Karena selain kamera, teman – teman masih harus memikirkan budget untuk aksesoris tambahan seperti lensa dan flash.
Jika memiliki budget lebih atau bahkan unlimited, teman – teman bisa langsung memilih kamera dslr seri profesional sekalian. “Lha, saya kan masih belajar, masak beli langsung kamera profesional?” Kamera dan perangkatnya bagi seorang fotografer merupakan investasi. Dan bagi teman – teman yang memiliki cita – cita menjadi fotografer pro dapat menghindari gonta – ganti kamera karena kamera profesional didesain lebih tahan banting dibandingkan dengan seri entry level. Jadi tidak ada yang salah jika seorang pemula membeli kamera profesional untuk belajar.
Namun, bagi teman – teman yang memiliki budget terbatas, saya sarankan untuk memilih kamera yang memiliki fungsi setting manual. Tidak harus mahal, bahkan kamera prosumer yang memiliki fungsi setting manual pun dapat digunakan untuk belajar, karena prinsip kerjanya sama.

2.   Sesuaikan dengan komunitas

Maksudnya, sesuaikan dengan lingkungan teman – teman, menggunakan kamera merk apa. Tujuannya adalah agar teman – teman bisa saling tuker pikiran, nanya, sharing, atau pinjem aksesoris. Seperti yang kita tahu, aksesoris kamera DSLR itu sangat beragam, mulai dari lensa dengan berbagai focal length, lampu flash, filter, dll, dan harga dari aksesoris tersebut sebagian besar tidak bisa dikatakan murah. Jadi sebelum membeli aksesoris bisa pinjam dulu buat nyobain, kalau cocok baru dicolong ehhh, beli sendiri maksudnya hehehehe…

3.  Tidak harus kamera baru

Jangan beranggapan bahwa kamera pertama itu harus baru. Terlebih bagi teman – teman yang budgetnya terbatas. Kamera 2nd hand merupakan alternatif yang bagus. Terlebih saat ini banyak pemilik kamera yang niatnya kurang dalam mendalami dunia fotografi dan bosan, nah inilah celah bagi pemburu kamera dengan budget terbatas. Biasanya tipe – tipe seperti ini hanya
mengikuti trend saja agar terlihat keren, jika sudah bosan maka biasanya gearnya akan dijual dalam kondisi yang relatif belum berumur lama. Namun, teman – teman harus jeli dalam melihat kondisi barangnya, karena kelemahan pemilik kamera musiman ini biasanya kurang dalam pemeliharaan gearnya, apalagi jika sudah bosan.

4.   Jangan tergiur dengan mega pixel

Kebanyakan pemula menganggap ukuran baik buruknya hasil jepretan kamera adalah besar kecilnya mega pixel pada kamera. Sering kita dengar kata – kata “wah hasil gambarnya kok gak bagus ya, padahal 24 Mega pixel lho…”. Serta perlu diperhatikan bahwa mega pixel yang besar selalu menjadi promo yang ditonjolkan oleh produsen kamera. Perlu dipahami bahwa ukuran mega pixel tidak berpengaruh terhadap bagus tidaknya hasil gambar, mega pixel hanya akan mempengaruhi ukuran gambar. Perlu diketahui, gambar 7 mega pixel dapat dicetak hingga ukuran lebar 1 meter. Jadi jika teman – teman tidak membutuhkan ukuran gambar yang besar, saya pikir untuk pemula 10 s.d. 20 an mega pixel sudah cukup.
Perlu teman – teman ingat / ketahui, bahwa semakin banyak pixel dalam sensor, maka semakin banyak pula noise yang dihasilkan. Itulah alasannya mengapa kamera dengan sensor full frame dapat menghasilkan gambar yang lebih bersih dari noise dibandingkan kamera dengan ukuran sensor yang lebih kecil.

5.   Baca referensi /  review

Saat ini, mencari review sangat amat mudah kita lakukan. Bisa melalui ulasan dengan tulisan atau dengan video. Bacalah referensi -referensi tersebut, dan pilihlah yang cocok bari teman – teman. Hanya mengingatkan, bacalah review dari sumber yang netral atau dengan mebaca review dari berbagai sumber baik dari dalam maupun luar negeri, karena bisa saja ulasan seseorang tidak mengungkapkan poin – poin penting yang harusnya ditampilkan karena memiliki kepentingan tertentu, misalnya hanya menonjolkan kelebihan saja tanpa menyorot kekurangannya karena si penulis review merupakan penjual kamera tersebut.

 

Setelah membeli kamera, sebaiknya teman – teman explore kemampuan kamera semaksimal mungkin. Jangan gampang menghakimi kalau kamera teman – teman tidak bagus, karena bisa jadi setingan / cara menggunakan kamera teman – teman belum pas. Beberapa waktu yang lalu, saya sempat melihat sebuah foto yang menurut perkiraan saya diambil dengan kamera handphone jadul (karena kualitas teknis gambarnya memang mirip dengan jepretan saya dengan kamera hanphone butut saya), namun ternyata gambar tersebut dijepret dengan menggunakan kamera kelas profesional. Nah, itu membuktikan bahwa kamera bagus belum tentu menghasilkan gambar yang bagus jika penggunaannya tidak tepat. Istilah “man behind the gun” dapat menjadi motivasi kita untuk tidak cepat berputus asa. Bagi teman – teman pemula dapat mempelajari dasar – dasar penggunaan kamera pada artikel cara menggunakan kamera bagi pemulaOke, saya rasa cukup sekian artikel tips membeli kamera DSLR bagi pemula. Sekali lagi jika ada kritik, tambahan, atau komentar dapat teman – teman curahkan pada kolom komentar. Terima kasih.

One comment on “Modifikasi Kamera Smartphone Untuk Fotografi Makro

Submit Your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *