Belajar Cara Menggunakan Kamera DSLR Untuk Pemula

Belajar Cara Menggunakan Kamera DSLR Untuk Pemula

Dalam artikel kali ini, saya akan membahas tentang Cara menggunakan camera DSLR untuk pemula. Karena untuk pemula, jadi artikel ini lebih membahas mengenai fungsi – fungsi dasar kamera DSLR.
Oleh karena itu, bagi para senior dan master fotografi, saya mohon masukannya jika ada kekurangan atau kesalahan hehee. Langsung saja, berikut ini artikelnya.

Fungsi dan Cara Kerja Kamera

Kamera pada dasarnya memiliki cara kerja seperti mata kita. Adapun fungsi kamera adalah menangkap citra obyek menjadi sebuah gambar.
Bagaimana cara kamera melakukannya? Secara prinsip, obyek dapat kita lihat karena obyek tersebut memantulkan atau menghasilkan cahaya. Cahaya yang dipantulkan obyek tersebut kemudian diterima oleh kamera melalui lensa dan diteruskan ke perangkat peka cahaya (sensor gambar pada kamera digital dan film pada kamera analog).
Citra yang diterima sensor tersebut kemudian diproses menjadi gambar, baik secara digital ataupun cengan kimiawi. Oleh karena itu, fotografi sering disebut dengan melukis dengan cahaya karena memang yang ditangkap oleh sensor adalah pantulan cahaya dari obyek. Oleh karenanya, cahaya menjadi faktor utama dalam pengambilan gambar dengan kamera.

Elemen – elemen dalam pengaturan kamera | Cara Menggunakan Kamera

Nah, setelah mengetahui prinsip dasar kamera, dapat disimpulkan bahwa kita harus dapat mengatur cahaya yang ditangkap oleh sensor kamera. Oleh karena itu, pada kamera DSLR, mirrorless atau kamera prosummer, terdapat fitur untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk ke sensor.
Ada beberapa elemen yang dapat diatur dalam sebuah kamera. Untuk dapat mengetahui cara menggunakan kamera DSLR, kita harus memahami fungsi dari elemen – elemen tersebut. Berikut ini elemen – elemennya.

Aperture / diafragma / bukaan / f

Aperture dapat diibaratkan sebagai sebuah jendela yang terdapat pada lensa kamera. Jendela ini berfungsi untuk melewatkan cahaya.

Dalam mata kita, apperture memiliki fungsi yang sama dengan iris. Apperture berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke dalam sensor kamera. Kita dapat mengatur lebar sempitnya apperture sesuai dengan keadaan, namun ada juga yang secara otomatis sudah diatur oleh body kamera.

Semakin lebar bukaan diafragma, maka semakin banyak cahaya masuk, begitu pula sebaliknya. Lebar sempitnya aperture ditampilkan dalam angka (apperture disimbolkan dengan huruf f  atau angka 1:xx). Semakin besar angka diafragmanya, maka semakin kecil bukaannya sehingga cahaya yang diterima sensor sedikit, begitu pula sebaliknya. Maka, untuk memotret pada situasi cahaya minim / gelap, kita dapat menyiasatinya dengan mengunakan f dengan angka kecil (bukaan lebar) begitupula sebaliknya.

cara menggunakan kamera dslr

Ilustrasi aperture, semakin lebar bukaan, semakin kecil angkanya

Shutter speed

Elemen berikutnya yang harus diketahui untuk dapat mempelajari cara menggunakan kamera adalah shutter speed. Shutter merupakan sebuah perangkat yang terdapat pada body kamera. Fungsi shutter seperti seperti daun jendela yang menutupi sensor kamera.

Shutter berperan untuk mengatur berapa lama cahaya ditangkap oleh sensor. Semakin lama cahaya mengexpose sensor, maka semakin terang gambar yang dihasilkan, begitu sebaliknya. Oleh karena itu shutter dapat diatur rentang waktu membukanya. Rentang waktu / lama shutter terbuka tersebut disebut dengan shutter speed.

Shutter speed diberi satuan detik. Kecepatan shutter ini bermacam – macam. mulai dari 1/xxxx detik, hingga beberapa detik. Ada istilah dalam shutter speed, “bulb”. Maksudnya adalah, shutter akan tetap terbuka selama kita menekan tombol shutter (tombol jepret).

Shutter speed juga berpengaruh saat kita memotrek obyek yang bergerak. Untuk dapat “membekukan” obyek yang bergerak tersebut. Maksudnya membeku adalah, obyek terlihat diam pada foto walaupun aslinya bergerak. Jika kita menggunakan shutter speed lambat, maka gambar yang dihasilkan akan mengalami motion blur.

Hal ini disebabkan karena, saat shutter terbuka dan sensor terekspose maka selama itu pula sensor akan merekam cahaya yang diterimanya. Jika shutter terbuka hanya sepersekian detik, maka, otomatis sensor hanya merekam gerakan pada saat itu. Oleh karena itu, obyek dapat ditangkap ‘diam’. Begitu pula sebaliknya.

belajar fotografi bagi pemula

Keterangan pada LCD utama kamera

ISO / ASA

Istilah ISO / ASA wajib diketahui untuk belajar cara menggunakan kamera. ISO/ASA adalah satuan untuk menyatakan tingkat sensitivitas sensor terhadap cahaya. Semakin besar angka ISOnya, maka semakin sensitif sensor terhadap cahaya.

ISO/ASA ditetapkan dalam angka- angka tertentu. Angka ini menunjukkan tingkat sensitivitas sensor / film. Semakin tinggi / besar angkanya, maka semakin sensitif sensor/ film terhadap cahaya.

Satu hal yang perlu diketahui adalah, ISO/ASA tinggi mempunyai konsekuensi terhadap kualitas gambar. Dalam kamera digital, ISO/ASA tinggi menimbulkan noise pada hasil gambar. Sedangkan pada film, akan menimbulkan grain.

cara menggunakan kamera

Keterangan settingan pada LCD tambahan

Metering

Apperture, shutter speed dan ISO merupakan elemen yang harus diatur untuk mendapatkan pencahayaan yang pas pada hasil gambar kita. Tentunya, untuk mengetahui apakah kombinasi pengaturan apperture, shutter speed dan ISO sudah pas atau belum diperlukan sebuah alat ukur. Oleh karena itu, dibuatlah sebuah fitur yang bernama metering.

Bagi yang baru belajar cara menggunakan kamera, mungkin ada yang bingung tentang metering ini. Fungsi metering ini adalah untuk mengukur dan menginformasikan kepada fotografer apakah cahaya yang akan diterima sensor sudah pas atau belum. Metering akan mnginformasikan dalam bentuk angka atau garis- garis dengan skala.

menggunakan kamera

Untuk mengetahui ekposur pada sensor sudah sesuai atau belum, maka digunakan metering. Nilai 0 berarti exposure sudah pas, jika nilainya positif berarti over exposure, jika negatif under exposure.

Jika metering menunjukkan angka 0, dapat diartikan bahwa settingan apperture, shutter speed dan ISO sudah pas. Namun, jika angka metering menunjukkan angka di atas 0, artinya sensor akan menerima cahaya berlebihan, sehingga gambar akan menjadi terlalu terang / over exposure. Begitu pula sebaliknya, jika metering dibawah angka 0 atau negatif (-), maka sensor akan menerima cahaya terlalu sedikit, sehingga gambar akan menjadi gelap atau under exposure.

Namun demikian, perlu diingat bahwa hasil metering bukanlah segala – galanya. Metering hanya mengukur jumlah cahaya yang diterima oleh sensor dan sama sekali tidak mempengaruhi kualitas foto. Ada banyak kasus dimana foto yang meteringnya gelap / under exposure malah menimbulkan karakter yang lebih kuat, begitu pula sebaliknya. Fotografi adalah seni, dan tidak ada standar baku dalam seni.

White Balance

cara setting kamera

Dalam cahaya yang berbeda, warna obyek juga dapat berbeda. White Balance berfungsi untuk mengoreksi hal ini.

Apa itu white balance? Mungkin bagi anda yang masih belajar cara menggunakan kamera, istilah ini belum terlalu familiar. Sesuai namanya, white balance adalah suatu koreksi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesalahan warna akibat sumber cahaya.

Bingung ya? sama, hehehe. Gampangnya begini, jika kertas putih kita sorot dengan lampu berwarna kuning dan lampu neon, tentunya kertas tersebut tidak terlihat putih lagi. Kertas akan berwarna sesuai dengan cahaya yang menyinarinya. Nah, fungsi white balance ini adalah membuat kertas tersebut tetap berwarna putih walaupun disinari cahaya yang berwarna warni.

Dalam keadaan kita tidak bisa mengendalikan cahaya, tentunya kita akan kesulitan mengatur white balance. Namun jangan khawatir, dalam kamera terdapat fitur Auto White Balance yang dapat merubah white balance secara otomatis.

Nah itulah beberapa hal yang harus dipahami untuk mempelajari cara menggunakan kamera DSLR untuk pemula. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih telah berkunjung di tukangpotogadungan.com. Salam jepret.

No Responses

Write a response