Yuk Kita Belajar Mengenal Sejarah Fotografi

Yuk Kita Belajar Mengenal Sejarah Fotografi

Belajar Mengenal Sejarah Fotografi. Fotografi pasi sudah tidak asing di telinga kita. Saat ini setiap saat kita pasti melihat hasil karya fotografi. Hampir setiap orang saat ini suka melakukan keregiatan fotografi dalam kehidupan sehari – hari. Namun, apa sih yang dimaksud dengan fotografi? Bagaimana asal mula fotografi?

Pada artikel kali ini, tukangpotogadungan.com akan membahas mengenai pengertian dan sejarah fotografi.

Pengertian Fotografi / Photography

Jika ingin mempelajari sesuatu, tentunya kita harus mengerti terlebih dahulu mengenai apa yang aakan kita pelajari. Begitupula jika bkita belajar fotografi. Kita harus mengetahui apa yang dimaksud dengan fotografi.

belajar fotografi

Salah satu karya fotografi digital

Kata fotografi merupakan serapan dari bahasa Inggris photography. Sedangkan Photography sendiri berasal dari dua buah kata Bahasa Yunani yaitu “Photos” dan “Grafo”. “Photos” memiliki arti cahaya sedangkan “Grafo” dapat diartikan dengan lukisan. Jadi, secara istilah, fotografi / photography dapat diartikan sebagai kegiatan melukis dengan cahaya.

Sedangkan secara pengertian, fotografi dapat diartikan sebagai suatu proses atau cara untuk menghasilkan sebuah gambar dari sebuah obyek. Proses ini dilakukan dengan melakukan perekaman pantulan cahaya dari obyek pada suatu media yang peka terhadap cahaya.

Pada perkembangannya, perangkat yang digunakan untuk merekam cahaya untuk menghasilkan gambar adalah kamera. Kamera ini memiliki alat untuk menangkap pantulan cahaya dari obyek dengan lensa kemudian untuk direkam dalam perangkat peka cahaya (film atau sensor kamera).

baca juga : Mau Belajar Fotografi? Kenali Dulu Bagian Kamera dan Fungsinya

Sejarah Fotografi

Sejarah Fotografi era tahun 1600-1700 an

Pada tahun 1614, Angelo Sala mengemukakan pada tulisannya yang berjudul Septem Planetarum terrestrium Spagirica recensio. Pada papernya tersebut Angelo Sala menuliskan ” Jika serbuk perak nitrat terkena sinat matahari, maka akan berubah menjadi hitam seperti tinta”. Dijelaskan juga bahwa kertas yang digunakan untuk membungkus perak nitrat untuk beberapa tahun berubah menjadi hitam. Inilah sebagai awal sejarah fotografi.

Sekitar tahun 1717 Johann Heinrich Schulze secara tidak sengaja menemukan bahwa jika bubur kapur dan asam nitrat yang dicampur dengan larutan perak menjadi gelap saat terpapar sinar matahari. Kemudian dilakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan larutan yang dimasukkan ke dalam botol. Dalam botol tersebut diberikan stensil tulisan, kemudian digunakan untuk menghalangi campuran bubur kapur, asam nitrat, dan larutan perak dari sinar matahari. Hasilnya, campuran tersebut menghasilkan tulisan serupa dengan stensil yang ada pada botol. Inilah cikal bakal fotografi yang pertama.

sejarah fotografi

Gambar ini adalah, foto tertua yang diketahui di dunia. Karya ini dibuat oleh seorang penemu asal Perancis yang bernama Nicéphore Niépce pada tahun 1825. sumber gambar : wikipedia.org

 

Era Tahun 1800 an

Pada tahun 1800 Thomas Wedgwood dipercaya sebagai orang pertama kali yang memikirkan cara menangkap pantulan cahaya obyek dalam bahan peka cahaya. Wedgwood melakukan eksperimen dengan menggunakan kaca yang dilukis dan menggunakan lembaran kulit berwarna putih yang dilembabkan dengan larutan perak nitrat.

Sayangnya, percobaan ini tidak berhasil. Thomas Wedgwood meninggal pada tahun 1805 pada usia 34 tahun.

Pada tahun 1816, Nicéphore Niépce dengan menggunakan kertas yang dilapisi dengan perak klorida berhasil memfoto sebuah gambar pada kamera kecil. Namun, hasil gambar ini merupakan kebalikan dari obyek. Bagian terang pada obyek menjadi gelap pada hasil gambar, begitu pula sebaliknya.

Hasil foto Niépce tertua yang masih ada dibuat pada rentang waktu antara tahun 1826 atau 1827.  Gambar ini dicetak pada sebuah pelat pewter yang dipoles dan dilapisi dengan larutan peka cahaya.

Pada tahun 1833 Niépce meninggal. Kemudian penelitiannya dilanjutkan oleh patnernya yang bernama Louis Daguerre. Sebelum meninggal, Niépce meninggalkan catatan penelitiannya kepada Daguerre. Jadi Daguerre dapat melanjutkan penelitian yang sudah mulai membuahkan hasil ini.

Di tahun 1839, Daguerre menemukan solusi untuk masalah exposure time yang lama. Memang pada saat itu, memang untuk menangkap gambar ke dalam media peka cahaya dibutuhkan waktu exposure yang cukup lama.

Hal ini tentunya membuat gambar yang dihasilkan menjadi kabur karena motion blur. Daguerre menemukan metode untuk memperbaiki masalah waktu exposure. Sehingga dapat menghasilkan gambar yang lebih baik.

Setelah penemuan ini, kemajuan teknologi fotografi semakin pesat. Banyak penelitian yang dilakukan untuk mengembangkan teknologi fotografi ini.

Perusahaan Kodak Eastman yang dimiliki oleh George Eastman membuat roll film yang praktiis digunakan dalam kamera kecil.

Perkembangan sejarah fotografi ini juga didukung dengan teknologi kamera dan lensa yang juga semakin berkembang. Kamera menjadi lebih efektif dan praktis untuk digunakan.

baca juga : Belajar Fotografi : Mengenal Jenis – jenis kamera dan Fungsinya

Sejarah Fotografi Digital

sejarah fotografi digital

Gambar Walden Kirsch yang discan ke dalam komputer SEAC pada tahun 1957. gambar : wikipedia.org

Seiring dengan berjalannya waktu, sejarah fotografi memasuki babak baru. Era digital telah membuat fotografi menjadi lebih efektif dan efisien. Lebih efisien karena digunakannya sensor digital untuk menggantikan roll film yang kurang ekonomis.

Sejarah fotografi digital diawali dengan dikembangkannya drum wirephoto scanner oleh sebuah tim yang dipimpin oleh Russell A. Kirsch pada tahun 1957. Tim ini mengembangkan versi scanner tersebut agar hasil scan dapat ditrensfer menjadi file digital dalam memory komputer.

Pada tahun 1969, ditemukan perangkat Charged Coupled Device (CCD) oleh  Willard Boyle dan George E. Smith di AT&T Bell Labs. Pada mulanya, perangkat ini merupakan perangkat penyimpan data.

Kemudian Dr. Michael Tompsett dari Bell Labs menemukan bahwa perangkat CCD tersebut dapat difungsikan sebagai peranglat sensor untuk fotografi. Oleh karena itu, mulailah dikembangkan CCD sebagai sensor pada perangkat fotografi.

Pada tahun 1973, perusahaan semikonduktor Fairchild Semiconductor merilis chip CCD yang berfungsi untuk menangkap citra gambar. Sensor ini berukuran 100 baris dan 100 kolom.

Di Tahun 1975,Bryce Bayer dari Kodak mengembangkan Bayer Filter mozaik pattern untuk sensor gambar berwarna CCD. Kemudian pada tahun 1986, Ilmuwan Kodak kembali membuat temuan penting dalam sejarah fotografi digital. Mereka mengembangkan sensor megapiksel pertama di dunia.

Kemudian era fotografi digital terus berkembang hingga saat ini. Berbagai temuan dan pengembangan perangkat fotografi terus berkembang seiring dengan perkembangan jaman.

baca juga : Mengenal Aneka Macam Teknik Fotografi dan Contohnya

Nah itulah artikel mengenai sejarah fotografi dunia. Oh iya, pada atikel di atas, saya hanya mengambil poin – poin penting dari perkembangan dunia fotografi. Biar tidak bingung, karena pada perkembangan sejarah fotografi melibatkan aneka bahan kimia yang bagi orang awam akan sulit dimengerti.

Demikian artikel mengenai sejarah fotografi dari tukangpotogadungan.com. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih telah berkunjung di blog ini. Salam Jepret.

referensi artikel : wikipedia

No Responses

Write a response