Artikel Fotografi : Mengenal Fotografi Landscape

Mengenal Fotografi Landscape. Salam jumpa teman – teman sekalian di tukangpotogadungan.com. Semoga hari – hari indah senantiasa teman – teman lalui.
Pada era seba digital ini, fotografi menjadi suatu cabang seni yang digandrungi berbagai kalangan. Tentunya sebagai cabang seni, fotografi memiliki berbagai cabang, sesuai dengan obyek / teknik / lokasi pengambilan gambar. Salah satu cabang dari fotografi adalah fotografi landscape.
Mungkin ada diantara teman- teman yang menyukai gambar pemandangan atau landscape, baik berupa foto ataupun lukisan. Nah, kali ini saya akan berbicara, eh, menulis maksudnya, hehehe.. tentang fotografi landscape atau fotografi lanskap. Yak, marilah kita mulai artikel ini.

Pengertian fotografi landscape

Landscape atau dalam Bahasa Indonesia disebut lanskap, sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki pengertian
tata ruang di luar gedung (untuk mengatur pemandangan alam). Jadi, fotografi landscape atau fotografi lanskap adalah salah satu jenis / cabang seni fotografi dimana obyek yang difoto adalah tata ruang di luar gedung / pemandangan alam atau keindahan alam.

Obyek foto landscape

Yup, sesuai dengan pengertiannya, obyek yang difoto pada fotografi landscape adalah pemandangan alam, baik gunung,
laut, hutan, dan sebagainya. Fokus yang ditonjolkan oleh fotografer pada fotografi landscape adalah keindahan alam. Jadi foto sunset, sunrise juga termasuk dalam kategori foto landscape.
Untuk dapat memotret pamandangan alam yang indah tersebut, sering kali fotografer harus melakukan perjuangan yang cukup
berat. Kadang sang fotografer harus melawan ganasnya kondisi alam, seperti dinginnya pegunungan, teriknya gurun, dan sebagainya. Namun bagi sebagian fotografer hal itu tidak menjadi masalah, karena biasanya, fotografer landscape memiliki kegemaran untuk berwisata di alam bebas jadi sudah biasa dengan hal – hal tersebut. Yah, orang sukanya motret pemandangan alam ya pasti lah sukanya ke tempat – tempat itu, hehehe.

Teknik dan peralatan yang sering digunakan fotografer landscape

Peralatan yang sering digunakan oleh fotografer landscape

Yang pertama dan utama adalah kamera (itu mah ndak usah diomongin, pasti temen – temen juga sudah tahu, hehehe). Peralatan lain yang wajib dibawa oleh seorang fotografer lansdcape adalah lensa dengan tipe fokal lebar. Mengapa? ya seperti yang telah dijelaskan di atas, obyek fotonya adalah pemandangan alam (yang sudah pasti lebar), maka dibutuhkan
lensa yang juga dapat mencakup daerah yang lebar (istilah bulenya wide angle lens). Biasanya lensa ini memiliki fokal 28mm ke bawah (untuk kamera dengan sensor full frame) atau 18 mm ke bawah ( untuk kamera dengan crop sensor) bahkan lebih kecil lagi untuk kamera dengan sensor four thrird.
Selain lensa dan kamera, biasanya fotografer landscape tripod, aneka filter (bukan filter air lho ya), serta shutter release. Sedangkan untuk teknik yang sering digunakan adalah slow speed (biasanya digunakan untuk membuat efek “kapas” pada air yang mengalir / bergerak). Teknik ini dilakukan dengan cara menyetting shutter speed pada settingan yang lambat, sehingga sensor akan ter expose lebih lama. Akibatnya adalah semua obyek yang bergerak akan mengalami motion blur sedangkan obyek statis akan tetap tajam.
Teknik ini membutuhkan posisi kamera yang stabil, sehingga dibutuhkan tripod untuk meminimalisasi gerakan, karena gerakan sedikit saja pada kamera akan membuat gambar menjadi blur. Pada kasus tertentu bahkan fotografer menggunakan shutter release dan setting mirror lockup (pada kamera DSLR) untuk menghindari getaran pada saat menekan tombol shutter dan pada saat mirror menutup.
Selain itu, pada pemotretan dengan teknik slow speed yang dilakukan pada siang hari, biasanya kita membutuhkan ND filter yang berfungsi untuk membuat obyek menjadi lebih gelap (sesuai dengan aturan segitiga exposure, semakin lama sensor ter expose, maka gambar akan menjadi lebih terang, ND filter berperan untuk membuat gambar tidak menjadi over exposure / terlalu terang).

Teknik dan Tips Fotografi Landscape

belajar fotografi
Foto ini diambil dengan teknik slow speed, dapat kita lihat obyek statis seperti rumah, tiang, dll tetap tajam, sedangkan obyek yang bergerak seperti lampu kendaraan bermotor hanya terekam menjadi garis cahaya lampu motor saja

Selain itu, fotografer lanskap biasanya menyeting lensa kameranya dengan apperture yang sempit (jika pemotretan siang/ cahaya cukup), hal ini bertujuan untuk mendapatkan area tajam (depth of field) yang lebih banyak. Contohmya pada saat kita memotret gunung, maka kita harus semaksimal mungkin mendapatkan gambar tajam dari keseluruhan frame, cara yang dapat ditempuh adalah menggunakan bukaan diafragma lensa yang kecil. Kan ndak lucu kalau motret pemandangan gunung trus yang tajem cuman seuprit, hehehe.

Fotografer landscape juga wajib membawa alat kebersihan dan keamanan kamera. Karena seperti yang kita ketahui, bahwa kamera dapat mengalami masalah jika kotor, terlebih fotografi landscape pasti dilakukan di tempat terbuka, nah, untuk mengantisipasi hal tersebut maka, dibutuhkan peralatan kebersihan dan perlindungan dari air. Selain itu, setidaknya kita harus membawa backup baterai dan memory card. Ya, untuk berjaga – jaga jika kita banyak mengambil foto karena memang banyak obyek yang menarik, kan kesel juga kalau masik banyak obyek menarik yang belum kita abadikan, eh, batere kamera abis atau memory penuh, hehehe.

Contoh hasil fotografi landscape

Pada penutup artikel fotografi landscape ini, saya melampirkan beberapa foto landscape yang saya ambil di beberapa spot. Maaf kalau jelek, namanya juga masih belajar, hehehehe. Dan seperti biasa, jika ada saran, tambahan, kritik, atau komentar, silakan teman – teman curahkan pada kolom komentar di bawah. Terima kasih dan salam jepret.
fotografi landscape
Pagi hari di puncak Ijen
fotografi landscape
Kawah gunung Ijen
foto pemandangan
Pegunungan di pagi hari

Submit Your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *