Artikel : Belajar Fotografi Makro Bagi Pemula

Dewasa ini fotografi mengalami perkembangan yang begitu pesat. Fotografi yang dulunya hanya dilakukan oleh segelintir orang pada kalangan tertentu menjelma menjadi sesuatu yang populer dan jamak di sekitar kita. Peminatnya pun meluas tidak hanya pada kalangan tertentu, saat ini hampir semua kalangan akrab dengan seni melukis dengan cahaya ini. Salah satu cabang fotografi yang banyak diminati adalah fotografi makro. Banyak penggemar fotografi yang mulai belajar teknik fotografi makro. Apa dan bagaimana fotografi makro atau macro photography itu? Berikut ini artikel belajar fotografi makro bagi pemula.

Tentang fotografi makro

Berdasarkan obyek yang difoto, fotografi diklasifikasikan dalam beberapa jenis. Salah satu jenisnya adalah fotografi makro. Nah fotografi makro adalah salah satu cabang fotografi dimana pada umumnya menggunakan hewan / benda yang kecil sebagai obyeknya dan difoto secara close up. Syarat mutlak fotografi makro adalah rasio perbesaran obyek dengan citra yang ditangkap sensor / film minimal 1:1 atau lebih. Mungkin jika kita pernah menggunakan klise atau film, kita akan mudah membayangkannya, namun akan sulit dibayangkan jika kita tidak pernah menggunakan kamera film/ analog.

Hukum Fisika pada fotografi makro

Jika kita ingat percobaan pada pelajaran fisika mengenai lensa cembung yang membahas tentang ukuran benda dan bayangan yang ditangkap pada layar, kita anggap benda adalah obyek yang kita foto, lensa cembung adalah lensa kamera kita, dan kertas adalah sensor kamera kita, nah untuk dapat disebut fotografi makro ukuran bayangan pada kertas minimal harus sama dengan atau lebih besar dibandingkan dengan bendanya. Namun demikian ada juga yang berpendapat bahwa fotografi makro adalah fotografi yang pada hasil akhirnya menyajikan gambar dengan perbesaran dan detail minimal seukuran obyek aslinya jika kita lihat dengan mata kita pada jarak yang dekat.

belajar fotografi makro
Fotografi makro, merekam detail obyek yang kecil

Peralatan yang digunakan dalam belajar fotografi makro

Pada saat pengambilan gambar pada fotografi makro lazimnya dilakukan dengan jarak sedekat mungkin dengan obyek. Jarak lensa dengan obyek seringkali kurang dari 2 cm. Nah dengan jarak sedekat itu, lensa standar tidak akan bisa fokus ke obyek jika tidak ditambahkan perangkat khusus, atau dengan lensa yang dikhususkan untuk fotografi makro. Berikut ini beberapa peralatan yang digunakan pada fotografi makro baik yang memang dirancang untuk digunakan langsung atau sebagai perangkat pembantu agar peralatan standar dapat digunakan pada fotografi makro.

Lensa makro

Lensa ini merupakan lensa yang memang didesain untuk fotografi makro. Dengan lensa ini kita dimungkinkan untuk mengambil gambar dengan jarak yang sangat dekat dengan obyek. Biasanya pada lensa ini terdapat switch yang berfungsi untuk merubah
fungsi lensa sebagai lensa makro atau lensa normal. Sayangnya lensa ini harganya cukup mahal walaupun memang sepadan dengan hasilnya. Mungkin bagi kita yang baru belajar fotografi makro cukup memberatkan, namun jangan khawatir ada beberapa alternatif yang lebih murah namun dengan hasil yang tetap bagus.

 

belajar fotografi makro
Salah satu contoh lensa khusus untuk fotografi makro

 

Filter makro / Close Up Filter

Perangkat Filter makro merupakan salah satu alternatif lensa makro dengan harga yang lebih terjangkau. Close Up filter atau filter makro ini berfungsi untuk merubah lensa normal menjadi lensa makro. Makro filter ini berbentuk bulat seperti filter – filter lensa pada umumnya. Penggunaannya pun cukup mudah, teman – teman tinggal memasang pada ulir yang terdapat pada ujung lensa teman – teman. Filter makro atau disebut juga dengan filter close up memiliki beberapa ukuran. Karena pada dasarnya filter close up ini adalah lensa cembung sejenis yang digunakan pada kacamata, maka ukuran yang digunakan juga sama yaitu +4, +8, +10, dan sebagainya,

belajar fotografi macro
Filter makro atau close up filter berfungsi seperti kaca pembesar

Extension tube

Perangkat alternatif pengganti lensa khusus makro selanjutnya adalah Extension Tube. Sesuai dengan namanya, extension tube ini berbentuk tabung dan mempunyai fungsi untuk menjauhkan lensa dari sensor. Mengapa harus dijauhkan? Lensa harus dijauhkan agar titik fokus obyek menjadi lebih dekat dengan lensa. Tanpa adanya bantuan extension tube ini kita tidak akan bisa mendapat fokus ke obyek jika jarak lensa dengan obyek sangat dekat karena bayangan yang melewati lensa titik fokusnya akan berada di belakang lensa (percobaan lensa cembung pada bangku sekolah merupakan penjelasan simpelnya, dengan belajar fotografi makro kita juga mengulang pelajaran fisika optik kita hehehe), nah extension tube yang juga dikenal dengan sebutan Macro Extension Tube (MET) ini akan menjauhkan lensa dari sensor sehingga bayangan dari lensa dapat jatuh tepat pada sensor.
Harga dari Macro Extension Tube ini cukup bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Lha kok beda – beda, emang bedanya apa? Bedanya adalah pada MET murah lensa kita akan berubah menjadi manual tanpa auto fokus dan pengaturan diafragma dari body tidak dapat kita lakukan, karena MET ini hanya berupa tabung yang berfungsi untuk menjauhkan lensa dari sensor tanpa ada perangkat atau konektor elektronik apapun didalamnya. Sedangkan pada MET yang berharga mahal, didalamnya ditambahkan perangkat elektronik serta konektor yang memungkinkan kita untuk menggunakan lensa kita seperti biasa, yaitu dengan auto fokus dan pengaturan diafragma dari body kamera kita.

belajar fotografi makro
Macro extension tube merupakan salah satu alternatif pengganti lensa makro

Reverse ring

Macro Reverse ring merupakan perangkat yang termurah untuk mengakali agar lensa standar kita bisa digunakan sebagai lensa makro. Perangkat Reverse ring ini berfungsi untuk membalik posisi lensa kita pada saat dipasangkan pada body kamera kita. Dengan menggunakan reverse ring ini, maka bagian lensa yang biasanya menghadap ke sensor akan menjadi lensa yang didepan (menghadap ke obyek). Dengan dibaliknya posisi lensa ini, maka jarak fokus lensa dengan obyek menjadi pendek (panjang pendeknya tergantung berapa mm lensa kita). Harga dari reverse ring ini cukup murah, hanya dengan uang puluhan hingga ratusan ribu rupiah kita sudah dapat menebus reverse ring ini. Berhubung posisi lensa dibalik, maka fitur otomatis pada lensa kita tidak akan berfungsi, oleh karena itu jika menggunakan reverse ring (atau MET manual) disarankan menggunakan lensa manual sehingga kita masih dapat mengatur settingan lensa lebih mudah walaupun dengan cara manual.

 

setting fotografi makro
Reverse ring (gambar tengah) memungkinkan kita untuk memasang lensa secara terbalik

 

Selain lensa makro, biasanya fotografer makro menggunakan alat bantu lain untuk mempermudah pekerjaannya. Tentunya bagi kita yang sedang belajar fotografi makro juga harus mengetahuinya. Peralatan tersebut antara lain :

Tripod / monopod

Karena obyek yang difoto pada fotografi makro biasanya berukuran sangat kecil, maka pada saat mengambil gambar gerakan kamera harus diminimalisasi seminimal mungkin. Jika tidak, maka gambar yang dihasilkan akan goyang (shake, blur). Selain itu, biasanya DOF (Depth Of Field, ruang tajam) pada foto makro sangat tipis, sehingga sedikit gerakan saja dapat membuyarkan gambar kita. Tipisnya DOF biasanya akan diantisipasi dengan menaikkan f lensa (bukaan diafragma lensa dipersempit) yang akan mengakibatkan kita harus menggunakan ISO yang lebih tinggi dan/ atau menggunakan shutter speed yang rendah. Dengan shutter speed yang rendah, maka resiko gamba untuk shake / goyang menjadi sangat besar. Oleh karena itu, untuk mengatasi problem – problem tersebut, kita membutuhkan tripod atau monopod agar kamera kita tidak bergerak pada saat mengambil gambar, sehingga gambar tidak blur / goyang.

 

seting fotografi makro
Monopod atau tripod membantu kita untuk

meminimalisasi “shake” pada hasil foto makro

 

Macro ring flash

Pada kondisi tertentu, ketersediaan cahaya tidak cukup untuk mengambil gambar, oleh karena itu dibutuhkan sumber cahaya tambahan. Cahaya tersebut biasanya berupa flash atau speed light. Namun jika kita menggunakan flash normal, kita akan mengalami beberapa kendala. Salah satunya adalah cahaya flash terhalang oleh lensa, karena obyek yang kita foto berada hanya beberapa cm dari moncong lensa kita sehingga otomatis lensa kita akan menghalangi cahaya flash. Untuk mengatasi hal tersebut, kita dapat menggunakan macro ring flash sebagai pengganti flash regular kita.
Sebenarnya macro ring flash tidak berbeda dengan flash – flash pada umumnya. Yang membedakan adalah, pada macro ring flash posisi lampu diperpanjang dengan kabel dan diberi mounting khusus sehingga lampu tersebut dapat dipasang pada ujung lensa kita. Selain itu, bentuk dari lampu juga dibuat melingkari lensa agar cahaya yang dihasilkan merata.

 

alat foto makro
Macro ring flash

 

Tips dan trik dalam fotografi makro

Bagi teman- teman yang baru belajar fotografi terutama fotografi makro mungkin akan mengalami beberapa kesulitan pada saat melakukan pemotretan makro. Nah, berikut ini beberapa tips yang mudah – mudahan bisa membantu teman – teman dalam fotografi makro.

  • Gunakan shutter speed setinggi mungkin. Tujuannya adalah untuk menghindari blur akibat kamera yang goyang pada saat pengambilan gambar mengingat pada fotografi makro gerakan sedikit saja bisa membuyarkan gambar kita.
  • Gunakan bukaan diafragma kecil. Jarak lensa yang dekat dengan obyek akan membuat daerah tajam (DoF) menjadi sempit. Untuk mengatasinya, gunakan bukaan kecil, biasanya para fotografer makro menggunakan bukaan setidaknya f 8 atau lebih sempit lagi menyesuaikan dengan kebutuhan.
belajar fotografi macro
Diafragma yang terlalu lebar akan membuat DoF menjadi sempit.Seperti pada contoh di atas, seharusnya DoF meliputi kepala hingga tempurung depan siput,tetapi karena DoF terlalu sempit (karena bukaan terlalu lebar) maka fokus hanya berada pada tempurung depan rumah siput saja.

menggunakan alat bantu dapat memudahkan pekerjaan kita saat metret makro

  • Gunakan tripod atau monopod. Bukaan yang sempit serta jarak yang dekat membuat gerakan pada kamera dapat membuyarkan gambar. Nah untuk meminimalisasinya, gunakan tripod atau monopod untuk menopang kamera teman – teman.
  • Gunakan lampu tambahan. Shutter speed tinggi dan bukaan diafragma kecil membuat gambar berpotensi untuk under exposure / gelap. Untuk menyiasatinya, kita dapat menggunakan ISO yang lebih tinggi yang tentu saja berakibat pada timbulnya noise. Dapat juga disiasati dengan menggunakan lampu tambahan untuk membuat obyek menjadi lebih terang.
  • Hindari lokasi pemotretan yang berangin kencang. Seperti yang sudah saya tulis di atas, gerakan sekit saja akan membuyarkan foto makro kita, oleh karena itu sebaiknya cari lokasi pemotretan yang minim angin agar obyek tidak bergerak- gerak. Jika terpaksa karena tidak ada pilihan lain, usahakan obyek dalam keadaan diam (mungkin bisa dipegang atau dilindungi dari tiupan angin).
artikel fotografi
Salah satu contoh foto macro yang gagal akibat gerakan pada kamera. Seharusnya tetesan air pada gambar di atas sudah tajam, tapi karena pada saat menekan shutter kamera bergerak, maka hasil jadinya menjadi blur/buram.
  • Fokus manual dan live view biasanya mempermudah pengambilan gambar. Teknologi live view pada kamera sekarang akan membantu kita melihat fokus kamera. Gunakan zoom untuk memastikan kita sudah fokus dengan obyek. Sedangkan fokus manual (dalam hal ini lebih ke me maju-mundurkan posisi lensa terhadap obyek) akan membantu kita mendapatkan fokus kepada obyek tanpa harus menakuti obyek karena suara motor fokus lensa kita.

baca juga :Artikel Belajar Fotografi : Mengenal Segitiga Exposure

Nah, itulah beberapa point pada fotografi makro. Semoga bermanfaat bagi teman – teman yang sedang belajar fotografi terutama fotografi makro. Jika ada saran, tambahan, atau komentar, silakan teman – teman tuliskan pada kolom komentar di bawah ini. Sekian artikel belajar fotografi makro bagi pemula dari Tukang Poto Gadungan, semoga bermanfaat dan salam jepret.

Submit Your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *